NBA Didominasi Pemain Eropa

NBA Didominasi Pemain Eropa

NBA Didominasi Pemain Eropa

Seperti yang kita tahu saat ini sudah banyak pemain asing di NBA. Dan tidak bisa dipungkiri beberapa pemain Asing tersebut memiliki skill yang sangat baik. Bahkan bisa dikatakan bahwa NBA didominasi Pemain Eropa.

BEBERAPA KISAH PEMAIN EROPA YANG MENDOMINASI NBA

Ketika Amerika Serikat kalah dalam Piala Dunia basket 2019, mereka punya segudang alasan. Dari absennya sejumlah pemain handal hingga kurangnya waktu latihan adalah salah dua di antaranya. Hanya saja, perkembangan kemampuan pemain basket dari benua Eropa juga tak bisa dipandang sebelah mata.

Di abad-21, AS hanya dua kali tidak lolos ke putaran final Piala Dunia basket. Pertama tahun 2002, kala dua bintang NBA (liga basket Amerika) Shaquille O’neal dan Kobe Bryant tidak masuk dalam skuat. Yang kedua adalah tahun 2019, di mana AS dikalahkan oleh Perancis dalam babak perempat final.

Bukan hanya di Piala Dunia basket, AS juga mulai dibayangi rentetan pemain internasional yang mengancam dominasi mereka di liga domestik. Selain adanya Gobert, musim 2018-2019 menjadi pertanda besar ancaman dengan kemunculan Luka Doncic, pebasket dari Slovenia sekaligus perkembangan dari Giannis Antetokounmpo, forward asal Yunani yang bermain untuk tim Milwaukee Bucks.

MVP DAN ROOKIE OF THE YEAR DARI EROPA

Doncic terdaftar di NBA Draft setelah bermain tiga musim di Real Madrid, Spanyol. Dia berhasil dinobatkan sebagai rookie of the year atau pemain tahun pertama terbaik di NBA 2019. Dua pemain AS, Deandre Ayton dan Trae Young mengikuti di belakangnya.

Musim 2019-2020, Dallas Mavericks mengandalkan Doncic sebagai ujung tombak tim bersama dengan Kristaps Porzingis dari Latvia yang bermain sebagai forward/center. Duet dua orang pemain asing ini seperti mengulang sejarah Steve Nash saat berpasangan dengan Dirk Notwitzki. Bedanya, Dirk dan Nash saat itu belum punya pencapaian seperti Doncic.

Eropa juga punya nama lain yang menonjol di NBA karena berhasil menjadi Most Valuable Player 2019: Giannis Antetokounmpo. Meski tak berhasil menjadi juara musim 2018-2019, Giannis dipercaya sebagai pemain yang tak bisa dihentikan siapapun.

Tidak sesulit pelafalan namanya, kematangan Giannis dalam mencetak angka bisa terlihat dari statistik di musim 2018-2019. Total angka yang ia cetak mencapai 1994 poin dalam 72 pertandingan. Di kategori forward, dia menempati posisi kedua tertinggi di bawah forward berkebangsaan AS, Paul George.

Bedanya, George yang memang berada di posisi small forward punya kemampuan mencetak tiga angka. Giannis yang di posisi power forward memang belum punya itu, tapi dia menunjukkan kemampuannya di bawah ring dengan mencetak dua angka sangatlah tinggi. Persentase keberhasilan tembakan dua angka Giannis adalah 57,8 persen.

Sementara dalam pertahanan, Giannis juga tidak malas-malasan. Tercatat ada 110 blok yang dia lakukan –terbanyak di antara posisi forward yang lain, dan 92 kali mencuri bola.

Itu dia beberapa bukti NBA didominasi pemain Eropa. Apakah nantinya pemain Eropa akan benar-benar menguasai NBA.